Buah Matoa Asli Papua
Kategori » Umum » One Comment
Buah Matoa merupakan jenis buah atau keluarga dari Sapindaceae (Rambutan) dalam bahasa latinnya disebut Pometia Pinnata . Banyak orang mengenal jenis buah ini berasal dari Papua padahal pohon buah ini banyak dijumpai di daerah lain seperti di Maluku, Sulawesi, Kalimantan, dan Jawa.
Matoa masuk jajaran tanaman langka. Memiliki pohon rindang tinggi bisa mencapai 20 meter dengan akar yang kuat, rasa buahnya manis campuran kelengkeng dan durian dan ada yang mengatakan seperti buah rambutan. Sedangkan pohon Matoa termasuk kayu kelas A. dan berkualitas ekspor dan bagus untuk bangunan.
Matoa asli Papua ternyata mempunyai keistimewaan. Tahun 2006 Menteri Pertanian telah melepas Matoa Papua sebagai varietas unggul yaitu yang berasal dari Desa Sere, Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Matoa varietas Papua mempunyai keunggulan daging buah tebal dan mudah lepas dari biji, rasa buahnya yang manis seperti campuran antara rasa kelapa muda, durian, klengkeng, rambutan, kulit buah relatih tebal dan keras, dan beradaptasi dengan baik di dataran rendah sampai sedang dengan ketinggian 0-500 m dpl. Sedangkan rata-rata hasil 200-500 kg/pohon/tahun.
Manfaat/Khasiat Matoa
Buah Matoa seperti buah lain dan terasa segar jika dimakan, Buah ini kaya akan vitamin C dan E namun memiliki kandungan glukosa jenuh menurut sebagian orang yang memakannya, jika mengkonsumsi secara berlebihan terasa agak teler.
Di Papua sendiri diketahui ada 2 jenis matoa, yaitu Matoa Kelapa dan Matoa Papeda. Perbedaan keduanya keduanya terdapat pada tekstur buahnya, Matoa Kelapa memiliki buah dengan daging yang kenyal dan nglotok seperti rambutan aceh, diameter buah 2,2-2,9 cm dan diameter biji 1,25-1,40 cm. Sedangkan Matoa Papeda dicirikan oleh daging buahnya yang agak lembek dan lengket dengan diamater buah 1,4-2,0 cm.
Bentuk buah matoa bulat lonjong seukuran telur puyuh atau mirip buah pinang dengan panjang 1,5-5 cm dan berdiameter 1-3 cm, sedangkan pada kulitnya licin dengan coklat agak kehitaman bila masak Jika masih muda warnanya kuning kehijauan, ada yang mengatakan hijau-kekuningan. Kulit ari putih bening melekat pada biji seperti rambutan, manis dan aroma harum.
Rasa dan Aroma pada buah matoa membuat buah ini memiliki nilai ekonomi penting khususnya bagi masyarakat Papua. Harga jual rata-rata mencapai Rp. 20.000/kg bahkan sering lebih dan tidak pernah murah, buah ini banyak dipesan peminat di luar Papua sebagai oleh-oleh.
Bila sedang musim buah matoa banyak dijual di pasar-pasar, pedagang kaki lima, maupun dijual di tepi jalan, Buah musiman ini biasanya berbuah pada bulan september – Oktober.
Sebutan buah matoa lain daerah lain pula cara penyebutannya. Di Papua New Guinea, buah matoa dikenal dengan sebutan Taun. Sedangkan di daerah-daerah lain ada yang menyebut, antara lain : ganggo, jagir, jampania, kasai, kase, kungkil, lamusi, lanteneng, lengsar, mutoa, pakam, sapen, tawan, tawang dan wusel. Artinya, buah ini sebenarnya juga dijumpai di daerah-daerah lain di Indonesia.
Awalnya pohon matoa di Papua tumbuh secara liar namun belakangan gengsinya makin naik semenjak (mantan) presiden Megawati mencanangkan penanaman berbagai jenis pohon asli Indonesia seperti cempaka Aceh, meranti Kalimantan sebagai pohon lestari, termasuk pohon Matoa papua
Subscribe RSS
Comment RSS







Hallo adm…,
Artikel yang bagus tentang matoa. Sekedar berbagi info. Matoa (Pometia pinnata) mempunyai kerabat dekat yang namanya Pometia ridleyi. P. ridleyi ini terdiri atas populasi kecil dan tersebar dari Sri Lanka hingga Indonesia bagian barat. P. ridleyi tidak menghasilkan buah seperti P. pinnata. Keduanya dapat dibedakan berdasarkan sistem peruratan daun.
Secara umum (berdasarkan arilusnya) masyarakat Papua membedakan matoa menjadi 2 sebagaimana disebutkan di atas, namun kajian taksonomi membedakan matoa ke dalam 8 forma (jadi ada 8 pola variabilitas matoa di Papua).
Demikian sedikit info dari saya, semoga bermanfaat!
Salam
Mike